Jatman Jabar Gelar Dzikir Dan Doa Kemerdekaan RI Ke-80 Di 27 Kabupaten/Kota
21/08/2025 01:01 WIB - Agus Gunawan
BANDUNG BARAT – Dalam rangka memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) Idarah Wustha Jawa Barat menggelar dzikir dan doa bersama pada Minggu, 10 Agustus 2025. Kegiatan ini serentak dilaksanakan di berbagai titik Idarah Syu’biyah di 27 kabupaten/kota Jawa Barat, di antaranya Bekasi, Bogor, Garut, Majalengka, Pangandaran dan Kabupaten Bandung Barat.
Di Kabupaten Bandung Barat, kegiatan dipusatkan di Yayasan Pondok Pesantren Darul Falah, Kecamatan Cihampelas. Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail, Wakil Katib Rois, Wakil Mudir, dan Sekretaris Idarah Wustha JATMAN Jawa Barat, para dewan guru Pesantren Darul Falah, santri, serta masyarakat sekitar.
Dalam sambutannya, Wakil Mudir Idarah Wustha Jawa Barat, Agus Gunawan, menekankan bahwa kemerdekaan sejati tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi harus diisi dengan perjuangan moral. “Kemerdekaan ini harus diisi oleh orang-orang yang jujur dan amanah. Ilmu dan akhlak menjadi bekal utama agar bangsa ini terus berdiri tegak di tengah tantangan zaman,” ujarnya.
Pesan serupa disampaikan Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail. Ia menegaskan pentingnya semangat belajar di kalangan santri agar kelak mampu menjadi pemimpin yang berintegritas. “Negara ini membutuhkan generasi yang berilmu dan berakhlak mulia. Santri harus terus semangat belajar, karena di pundak kalian masa depan bangsa ini ditentukan,” katanya.
Acara dzikir dan doa bersama tersebut diawali dengan pembacaan tahlil dan shalawat, kemudian ditutup doa untuk keselamatan bangsa dan negara. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi spiritual bagi warga JATMAN di Jawa Barat, bahwa kemerdekaan bukan hanya anugerah, tetapi juga amanah yang harus dijaga dengan kesungguhan jiwa.
Melalui kegiatan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota Jawa Barat, JATMAN berharap semangat nasionalisme dapat terus tumbuh di kalangan umat, terutama generasi muda pesantren. Dzikir dan doa menjadi jalan untuk menguatkan jiwa bangsa, agar Indonesia tetap kokoh menghadapi berbagai ujian, baik dalam persatuan maupun pembangunan.
“Dzikir adalah pengikat hati, doa adalah senjata batin. Jika keduanya dijaga, insya Allah bangsa ini akan terus diberkahi,” tutur salah satu pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah usai kegiatan.
Kegiatan JATMAN Idarah Wustha Jawa Barat ini menjadi bukti bahwa spiritualitas tetap relevan dalam merawat kemerdekaan. Dengan doa, ilmu, dan akhlak, diharapkan lahir generasi penerus yang mampu menjaga nilai-nilai luhur bangsa, sekaligus menjadi cahaya bagi masyarakat di masa depan.